Monday, June 24, 2013

Tren E-Commerce sebagai Cyberculture



Tren E-Commerce sebagai Cyberculture

Studi kasus: Tren E-Commerce melalui Facebook

Hikmah Rofidah Lailiyah,dkk

IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. Jend. A.Yani No. 117, Surabaya

Email: hikmah_fp@yahoo.co.id

Abstract: Trend E-Commerce as Cyberculture

Currently e-commerce has become a trend in the society along with the increasing use of internet in life. Most of the Indonesian internet users use the internet for social networking purposes, including accessing Facebook. E-commerce media is so diverse. One of them is by using facebook.

The issues raised in this penlitian include e-commerce linkage with cyberculture, reasons for use facebook as a medium of e-commerce, the advantages and disadvantages of using facebook as a medium of e-commerce, facebook commerce and current trends. The method used in this study is a qualitative ethnographic approach in order to gain an understanding of the trend of e-commerce as cyberculture. And to answer the focus problems of data analysis techniques used by Miles and Huberman.

From the research it was found that the trend of e-commerce has become the lifestyle of today's society. Faceboook is selected as the e-commerce because of the number of facebook users is so large. In addition, because Facebook provides a wide variety of applications add to the advantage in doing e-commerce, such as convenience and cost savings. While the disadvantages of using facebook is susceptible fraud, item purchased not in accordance with the drawings, and the unilateral cancellation. Although facebook has a lot of number of users and applications offered also vary, but along with the development of technology, it is quite tempting the perpetrators of f-commerce for media switch to smartphone chat application and online trading sites.



Key words: e-commerce, facebook

Wednesday, May 22, 2013

Bukan Sekedar Kader Militan


Hampir di setiap kali pertemuan, rapat atau pun musyawarah, para pimpinan harian selalu mengeluhkan kurangnya kader. Tidak hanya di muhammadiyah tapi hal ini juga dirasakan oleh hampir semua ortom muhammadiyah. Para generasi penerus yang telah didik dan dibina mulai dari IPM, satu persatu mulai rontok ketika mereka bertambah usia. Estafet perjuangan menjadi terhenti. Pada akhirnya kini muncul kader-kader karbitan, atau kader instan yang meneruskan perjuangan dan tentunya menimbulkan warna yang berbeda pada tubuh organisasi. Bahkan telah menjadi rahasia publik bahwa ketua umum Muhammadiyah saat ini, Pak Din Syamsudin, berasal dari Nahdlatul Ulama yang dinaturalisasi oleh Muhammadiyah.

Tuesday, May 14, 2013

Harlemshake ala Public Relations IAIN Sunan Ampel, Surabaya


ketika teman-teman IAIN Sunan Ampel Surabaya berdemo dengan anarki, kami komunitas kecil di sana mencoba berdemo dengan cara yang lain. Melalui acara Dies Natalis Prodi Ilmu Komunikasi kami membranding ulang instansi kami

Sunday, December 23, 2012

Fotografi sebagai Gaya Hidup


Memasuki era digital, fotografi menjadi hal yang tidak asing lagi bagi semua orang. Hampir setiap orang saat ini begitu gandrung terhadap aktifitas yang satu ini. Apalagi dengan didukung perkembangan teknologi yang senantiasa membuat kita berdecak kagum, fotografi menjadi begitu mudah dan semua orang dapat melakukannya. Tengok saja hand phone. Kehadiran media konvergen ini menjadikan fotografi menjadi lebih mudah. Karena saat ini semua hand phone dilengkapi dengan aplikasi kamera. Bahkan banyak pula yang telah dilengkapi dengan fasilitas edit foto.

Thursday, November 8, 2012

KE-GR-AN


Sudah hampir dua bulan ini Sasha sering terlihat bareng dengan Yoga. Jika selama ini dia selalu bersama dengan Indri, sahabatnya, kali ini waktu yang Sasha miliki lebih sering untuk Yoga. Mulai dari ke kantin bahkan ke acara sekolah pun Sasha dan Yoga terlihat bersama. Tak jarang mereka berangkat dan pulang dari sekolah bersama.
Semuanya bermula saat Sasha dan Siska, tetangganya, pulang dari toko buku dan kehujanan. Mereka yang sedang menunggu bis tiba-tiba bertemu Yoga. Yoga pun menawari mengantar mereka pulang. Dan sejak saat itulah kedekatan antara Sasha dan Yoga pun dimulai. Bahkan Yoga juga sering main ke rumahnya. Tak hanya mengerjakan tugas sekolah, Yoga pun sering sekedar mampir atau main ke rumahnya.
Padahal sebelumnya Sasha dan Yoga jarang terlihat ngobrol meski mereka teman satu kelas. Kedekatan tersebut membuat perasaan Sasha kepada Yoga semakin berkembang. Sejak awal masuk sekolah Sasha memang sudah menyukai Yoga. Namun, karea Yoga tipe cowok yang cuek membuat Sasha tak berani melakukan PDKT dan lebih memilih menyimpan perasaannya dalam-dalam.
Karenanya, begitu ada kesempatan untuk berdekatan dengan Yoga, Sasha tak menyia-nyiakannya. Indri pun mengerti dan merelakan waktu yang biasanya ia habiskan dengan Sasha kini tergantikan oleh Yoga.
“Sha, pinjem catetan bahasa inggrisnya dong, “kata Yoga.
Sasha yang asik berbincang dengan Indri pun sejenak menghentikan aktifitasnya. “Nih….. jangan lama-lama yaw soalnya mau dipinjam Indri juga, “jawab Sasha.
“Beres deh, “ jawab Yoga sambil berlalu.
“Kayaknya kalian tambah deket nih, kapan bakal diresmiin? Gue uda gak sabar nih buat ditraktir, “ goda Indri.
“Gue yakin dalam waktu deket ini In. Apalagi lo lihat sendiri kan di gantungan kuncinya ada inisial Y&S. Gue yakin itu artinya Yoga&Sasha, “jawab Sasha pd. Indri hanya mengangguk.
“Nih Sha catetan loe, gak lama kan, “ujar Yoga saat mengembalikan buku milik Sasha.
“Iya, gak sampai bikin bukunya jamuran kok,”canda Indri.
“Oh yah Sha, malam minggu gue mau ngajak loh makan malem. Jam tujuh gue tunggu di kafe yang biasanya kita datangi. Loe gak boleh nolak., oke ?” ajak Yoga.
“Iya, gue pasti dateng,”jawab Sasha.
“Gue yakin In, Yoga ngajak gue ngedate dan mau nembakgue di sana, “ujar  Sasha senang.
“Iya gue juga akin gitu. Jangan lupa traktiran loh.”
“Beres”
*                                                          *                                                          *
Sabtu malam dengan dandanan bak putrid dalam dongeng,  Sasha menemui Yoga. Saat akan mnghampiri meja tempat Yoga berada, Sasha terkejut…
Kok ada Siska sih di sini?”
“Hai Sha, gue uda pesanin makanan faforit loe, steak dan hot chocolate. Duduk Sha,”ujar Yoga saat Sasha datang. Sasha menurut.
Uh…..so sweet banget sih Ga, tapi ngapain Siska di meja ini juga?”
“Kita uda nunggu lo dari tadi,”lanjut Yoga.
Kita? Harusnya kan cuma loe yang nunguin gue.”
“Kita ngajakin loe makan malem sebagai ucapan terima kasih. Berkat loe, gue ma Yoga bisa jadian,” kali ini giliran Siska angkat bicara.
“Tunggu dulu, bukankah harusnya Yoga nembak gue malam ini? Bukannya malah jadian ma Siska.”
“Gue uda naksir Siska lama Sha. Dan berkat loe gue bisa deketin dia……..”
Stop, wajah Sasha memerah dan perutnya. Kemudian….bruuk, Sasha pingsan, tak sanggup lagi mendengar kelanjutan cerita Yoga.

KISSING



“Apa mi, jadi hamper setahun loe jadian ma Bagas blum prnah sekalipun kalian ciuman?” Tanya Anggi, sahabatku, histeris. Aku hanya mengangguk.
“Terus yang selama ini kalian lkauin tuh apa aja?”
“Cuma pegangan tangan doing. Kadang sih Bagas elus rambutku. Emang kenap sih? Penting yah ciuman itu?” protesku.
“Hari gini pacaran gak ciuman ? kampunagn banget sih loe,” ejek Anggi.
“Biarin, toh Bagas gak pernah protes. Lagian ini kan kali pertamanya gue pacaran.”
“Justru karena Bagas pacar pertama loe, gak ada salahnya kan loe ksiin first kiss loe k pacar pertama loe. Gue bilangin yaw Mi, kalau loe gak mau dicuim ma cowok loe, bisa-bisa dia lari ke cewek lain. Mau loe ditinggalin Bagas?”
Aku hanya diam.
*                                                          *                                              *
Sepulang sekolah, seperti biasa aku menemani Bagas latihan basket. Jika biasanya aku berteriak mmberi semangat, kali ini aku hanya diam mematung. Aku masih memikirkan ucapan Anggi tadi. Apa bener ciuman itu penting ?
“Makasih yah Rakmi saying, uda mau nemenin aku latihan. Tapi kamu kok gak kayak biasanya sih? Lagi ada masaalah yah?” Tanya Bagas.
Aku hanya tersenyum masam. Apa bner Bagas bakal ninggalin aku cuma karena aku gak mau dicium? Waktu itu dia memang pernah minta, tapi aku tolak. Dan dia pun gak pernahg minta lagi. Apa karena dia uda punya cewek lain yang bisa dia cium, makanya dia gak minta lagi ?
“Sayang…..cerita dong, kamu ada apa?”
Aku hanya menarik napas panjang.
“Sayang, apa menurut kamu ciuman itu penting?” tanyaku hati-hati.
“Kok kamu tiba-tiba nanya kayak gitu sayang?”
“Tadi Anggi bilang kalau pacaran gak pakek ciuman bisa bikin pacar kita pindah ke lain hati. Apa kamu juga punya selingkuhan cuma karena aku gak mau ciuman? “ tanyaku dengan suara hamper menangis.
Bukannya menjawab, Bagas justru tertawa. Membuatku makin kesal aja.
“Apanya yang lucu sih?” protesku.
“Maaf saying, abisnya pertanyaan kamu lucu banget sih.”
Aku makin cemberut.
“Rahmi sayang, aku jelasin yah. Buat aku pacaran itu gak berarti harus kontak fisik, tapi yang lebih penting itu saling menghargai, mendukung, dan menasihati agar masing-maing bisa menjadi lebih baik dan lebih berprestasi. Aku justru bangga ma kamu, karena kamu punya prinsip dan beda ma cewek lain. Aku gak masalah kalu kamu gak mau ciuman atau kontak fisik yang lain. Perhatian, kepercayaan, dan dukungan dari kamu itu uda lebih dari cukup buat aku,” jelas Bagas panjang lebar.
“Beneran?” tanyaku mencari kepastian.
“Iya sayang. Lagi pula kasih sayang gak harus diungkapin dengan kontak fisikkan?”
Aku menganggkuk setuju. Mendengar jawaban Bagas, aku pun tenang. Terima kasih Tuhan, karena kau telah memberiku pacar yang baik. Aku berharap Bagas memang jodohku. Dan sekarang dengan bangga aku bilang “No kiss, no problem”

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI



Rasa-rasanya berita mengenai kasus korupsi atau pun para pelakunya senantiasa menghiasi pemberitaan media, baik di media cetak, elektronik, maupun online. Seakan-akan korupsi telah menjadi budaya negara ini. Sehingga hampir di setiap daerah, di setiap instansi, di setiap proyek pemerintahan, korupsi senantiasa menyapa. Pemberitaan ini sangat berbeda jika kita bandingkan dengan pemberitaan lima belas atau dua puluh tahun yang lalu, dimana istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme masih jarang terdengar.