Monday, January 12, 2015

Sekilas tentang Public Speaking

Oleh Hikmah Rofidah Lailiyah, disampaikan dalam acara "The Power of HIjab with Public Speaking"

Setiap orang bisa berbicara, namun tak semua orang bisa menjadi pembicara. Seorang pembicara tidak lahir dari bakat yang ia miliki atau pun dari segi keturunan, tapi dari sebanyak apa ia belajar menjadi pembicara dan seberapa banyak jam terbang yang ia miliki.

Siapa sih publik speaker?
 Sejatinya setiap orang bisa menjadi pembicara. Seorang guru atau dosen yang sedang menjelaskan, seorang orator, seorang pemimpin yang sedang berpidato, presentator hingga seseorang yang sekedar bercerita kepada temannya tentang pengalamannya. Intinya seorang public speaker adalah mereka yang berbicara di depan umum dengan tujuan-tujuan tertentu.

Apa saja tujuan public speaker?
  1. Menginformasikan, dengan harapan pendengarnya meneruskan pesan yang sudah mereka dapatkan.
  2. Menjelaskan, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mendapat pertanyaan selanjutnya.
  3. Meyakinkan dengan harapan memperoleh kepercayaan
  4. Mengajak dengan tujuan membuat orang lain bergerak dan mengubah perilaku, pola pikir, dan sikap.

Kesulitan menjadi Public Speaking
Kesulitan utama seorang public speaker dalam mengawali kegiatan ini adalah rasa takut. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa public speaking adalah ketakutan nomor dua dalam dunia kerja. Sebisa mungkin orang-orang sering menghindari hal yang satu ini. Padahal kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam memasuki dunia kerja.

Mengapa takut?
Sebelumnya kita harus mengenali tanda-tanda ketakutan itu seperti apa. Secara umum tanda-tanda ketakutan dalam berbicara di depan umum dapat dibagi menjadi dua, yakni secara fisik dan mental. Contoh tanda ketakutan secara fisik ialah tubuh yang gemetar, over acting pada salah satu anggota tubuh, dan nada suara yang terdengar bergetar. Sedangkan secara mental contohnya ialah sulit berkosentrasi atau blank.

Selanjutnya setelah kita mengetahui tanda-tanda ketakutan kita, mulailah untuk mengidentifikasi penyebab dari ketakutan kita tersebut. Apakah kita tergolong orang yang sulit berkosentrasi, atau kita seorang yang kurang berpengalaman dalam bidang berbicara di depan umum.

Setelah kita mengetahui penyebabnya, mulailah memikirkan solusi atas permasalahan ketakutan kita. Contohnya jika kita termasuk orang yang suka blank, buatlah catatan kecil yang akan membantu kita mengingat apa saja yang harus disampaikan. Namun jika kita tergolong orang yang takut karena jarang tampil di depan umum maka mulailah perbanyak berbicara di depan umum, ambil setiap kesempatan berbicara di depan umum kapan saja, meski hanya dalam lingkup kecil seperti rapat keluarga atau rapat organisasi. Hal ini untuk menambah jam terbang sebagai public speaker sehingga kita terbiasa tampil di depan umum.

Solusi Awal menghadapi ketakutan
Beberapa hal dapat anda lakukan untuk bisa mengatasi ketakutan anda ketika berbicara di depan umum.
1.    Lakukan persiapan
Yang termasuk dalam persiapan adalah:
  1. Banyak berlatih. Jika kita mengetahui topik yang harus kita sampaikan, mulainya menyusunnya dan mulailah berlatih dengan diawali berlatih di depan cermin. Sebagai langkah awal, kita bisa menyusun materi yang kita sampaikan mulai dari salam pembuka hingga salam penutup, termasuk kutipan, candaan yang akan kita sampaikan juga perlu untuk ditulis.
  2. Bertanya kepada penyelenggara tentang karakteristik audience sehingga materi yang disampaikan bisa tepat sasaran.
  3. Datang lebih awal untuk mengetahui kondisi lapangan, tempat kita menyampaikan materi. Hal ini agar kita bisa menguasai lapangan dan bisa menentukan gerak yang pas.
  4. Pandai dalam menggunakan bahasa tubuh, guna menyelaraskan antara ucapan dan gerakan
  5. Perhatikan penampilan karena ketika kita good looking maka akan meningkatkan rasa percaya diri kita.
  6. Buatlah catatan kecil untuk membantu kita mengingat apa saja yang akan kita sampaikan. Hal ini untuk melatih kita menyampaikan secara runtun dan fokus
  7. Jangan merendahkan diri, seringkali karena kita baru pertama berbicara di depan umum maka kita mengawali penyampaian kita dengan kalimat “karena ini kesempatan saya pertama, saya akan mencoba menjelaskan mengenai... saya mohon maaf apabila nanti dalam penyampaian saya tidak sesuai dengan yang diharapkan”. Wah kalau baru menyampaikan saja sudah tidak percaya diri dan merendahkan diri bagaimana audiens bisa menghargai kita?
  8. Perbanyak jam terbang. Semakin sering kita tampil berbicara di depan umum maka akan meningkatkan rasa percaya diri kita dan terbiasa untuk berbicara di depan umum.
  9. Biasakan untuk berpikir positif, jangan biarkan pikiran negatif meracuni kita dan menghambat potensi yang kita miliki. Jangan pernah bilang tidak bisa karena akan menghalangi kita untuk mencoba. Patahkan setiap pikiran negatif dengan pikiran positif.
  10. Yang terakhir jika masih saja merasa takut, tarik napas dalam-dalam sebelum berbicara. Setelah tenang baru mulailah untuk menyampaikan. Jangan lupa untuk menatap mata audience dan menyapa mereka. Hal ini akan membuat audience merasa diperhatikan dan focus kepada pemateri.

Kekuatan Persentasi
Bukan hanya materi dan menyapa audience untuk bisa membuat kita sukses diingat dan diperhatikan audience, kita juga bisa melakukan “jurus” penakluk pada pembukaan atau pun penutupan sebelum kita menyampaikan presentasi.
  1. Menguasai jurus pembuka, bisa dilakukan dengan visual impact, melontarkan powerful questions, atau dengan menyampaikan kutipan yang terkenal. Tapi ingat kalimat pembukanya harus sesuai dengan materi ya.
  2. Menciptakan penutup yang membuat audience mengingat kita. Bisa dengan menggunakan ikrar, ajakan, story, atau pun pantun.

Menjadi Pembicara yang Handal
Biasanya pembicara yang dikenang audiencenya dan dianggap menarik adalah mereka yang mampu menguasai topic yang disampaikan. Selain itu serorang public speaker handal adalah mereka yang mampu mengatasi keadaan darurat dan mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan audiencenya.
Nah, jika saat menjadi pembicara tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan audience, ada beberapa jurus yang bisa dilakukan, misalnya:
  1. Membuat kelompok diskusi dari audience
  2. Menanyakan pengalaman audience yang lain
  3. Kembali bertanya kepada audience
  4. Menjadikannya sebagai pekerjaan rumah
  5. Mengatakan sejujurnya jika tidak mampu menjawab (tapi usahakan untuk tidak mengambil langkah yang terakhir ini ya, kecuali kalau memang sudah mentok tidak menemukan solusi J)

    Refrensi:
    Hasil kursus di Surabaya School of Public Speaking dan seminar-seminar public speaking
    (tulisan ini masih membutuhkan perbaikan, jangan lupa untuk komentar, kritik dan sarannya ya...biar lebih baik lagi)

Thursday, December 11, 2014

Sukses Itu Pilihan

Dulu aku selalu merasa putus asa, merasa bahwa hidupku ini tidak ada gunannya. Setiap yang aku lakuin selalu salah dan gak ada artinya bagi orang lain. Caci maki senantiasa aku dengar dari orang-orang terdekatku. "Kenapa aku gak bisa seperti mereka?" "Kenapa aku hanya begini-begini saja?" Selalu itu yang aku dengar. Sekeras apa pun aku berusaha menunjukkan bahwa aku juga bisa layaknya yang lain, tapi cacian itu terus berkumandang. Tak berhenti hanya dicacian, tapi juga dengan semua batasan yang mereka berikan. "Itu konyol, kamu gak akan bisa ngelakuin." "Apa yang kamu lakuin itu percuma saja, gak akan adanya gunannya." "Ah kamu gak akan bisa, kamu kan payah." "Sudahlah gak usah ngelakuin yang aneh-aneh, gak berguna itu.", dan beragam kata ejekan yang lain. Hingga akhirnya aku pun ikut putus asa dan membiarkan hidupku mengalir sebagai mana adanya.

Friday, November 21, 2014

Galau

aku merasa lelah
teramat sangat lelah
tanpa aku tahu ada apa

aku merasa sepi
meski aku selalu dikelilingi
aku merasa sendiri
padahal semua ada di sini

aku ingin berbagi
tapi tak ada yang bisa kubagi
seolah mereka juga tak peduli

aku ingin pergi
tapi aku masih di sini
tak bisa berlari
hanya menanti hari

kata-kata bijak senantiasa terdendang
menghibur untuk bisa tetap melayang
tapi semakin lama kian terasa ampang

jurang itu semakin lebar
membuatku hanya bisa bertahan
kau pun tetap di sebrang
tanpa pernah datang menyebrang

tinggallah aku
bersama lelah, sepi, dan angan-angan kosong
siap untuk diterbangkan dalam angin kebohongan

(fidah, 22112014)

Wednesday, November 19, 2014

Laki-Laki Mempesona

Di tempat yang baru ini, aku kembali menemukan laki-laki yang perkasa. Dia memang tidak tampan, tak juga kaya. Tapi dia memiliki pesona, kharisma, yang membuatnya tampak berbeda. Bukan aku jatuh cinta padanya, tapi sungguh, kharisma yang ada padanya tak hentinya membuat aku berdecak kagum. Selalu ada orang-orang seperti ini dalam hidupku.Yang membuatku terpesona dengan kharisma yang mereka miliki. Meski aku akui, figur lelaki berkharisma selalu aku rindukan.

Monday, November 10, 2014

Jilbab Di Indonesia Masa Kini

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, keberadaan jilbab tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Bahkan jilbab telah dikenal dan dikenakan sejak lama oleh muslimah Indonesia. Banyak pahlawan wanita Indonesia yang mengenakan jilbab, seperti Rahmah El Yunusiyyah atau pun  Nyai Ahmad Dahlan, bukti bahwa dengan jilbab yang mereka kenakan tak menghalangi mereka untuk mengabdi dan berjuang kepada negara. Namun, sejarah juga mencatat bahwa muslimah Indonesia pernah dirampas hak mereka oleh negara hanya karena jilbab mereka.

Tuesday, September 9, 2014

NIKAH ITU.....

Nikah itu....
tak seRumit yang kita bayangin
tapi juga tak seSimpel yang kita lihat

Nikah itu........
Bukan Kamu
dan Bukan Aku
tapi Kita

Nikah itu..........
Bukan Karena Kamu atau Aku
tapi Karena Kita

Nikah itu......
bukan karena Harta, Rupa, atau Tahta
bukan juga hanya karena Cinta
tapi nikah karena Kuasa
bukan Kuasamu, aku, atau mereka
tapi Kuasa dariNya

Nikah itu.......
bukan hanya antara Kita, Aku dan Kamu
tapi juga antara Mereka

Nikah itu......
bukan hanya tentang Aku atau Kamu
tapi juga tentang Dia

Nikah itu......
bukan hanya tentang Persamaan Kita
tapi juga tentang bagaimana kita menyamakan Perbedaan Kita

Nikah itu........
bukan hanya bagaimana membahagiakan Aku atau Kamu
tapi juga bagaimana Membahagiakan Dia dan Mereka

Nikah itu....
bukan seberapa besar Kita saling Memberi
tapi juga seberapa besar Kita saling Berbagi

Nikah itu......
bukan siapa yang salah
tapi siapa yang berani memaafkan

Nikah itu......
bukan siapa yang Kalah
tapi harus saling Mengalah

capink,10092014,memories

Thursday, September 4, 2014

Menikah Muda, Kenapa Tidak ??

Seringkali ketika mendengar ada anak yang baru lulus SMA menikah, sebagian masyarakat menganggap aneh dan menyayangkan tindakan tersebut. Seolah dengan keputusan mereka untuk menikah muda menjadikan masa depan mereka berantakan. Kesempatan untuk meraih kesuksesan juga ikut tertunda. Tidak hanya kesuksesan dalam bidang karir, tapi juga kesuksesan dalam membangun kehidupan rumah tangga. Sebagian masyarakat masih berpikir bahwa pasangan muda masih terlalu labil untuk membangun kehidupan rumah tangga sehingga rentan memicu terjadinya perceraian.

Sunday, February 23, 2014

Pembinaan Point of Contact antara Perusahaan dengan Stakeholder

PENDAHULUAN
Menurut Payaman J. Simanjutak hubungan industrial merupakan hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas produksi barang atau jasa pada sebuah perusahaan,[1] atau yang kemudian akrab disebut sebagai stakeholder. Hubungan industrial antara perusahaan dengan para stakeholdernya tersebut harus dibina dengan baik karena kebaradaan masing-masing stakeholder memberikan kontribusi pada perusahaan. Salah satu hubungan dengan stakeholder misalnya hubungan antara perusahaan dengan karyawannya.

Melobi Stakeholder

PENDAHULUAN
Stakeholder adalah pihak-pihak yang berkaitan dan memiliki kepentingan dengan perusahaan. Stakeholder perusahaan dapat dibagi menjadi dua, yakni stakeholder internal dan eksternal. Stakeolder internal misalnya karyawan, pemegang saham, dan manajer. Sedangkan stakeholder pemerintah dan komunitas lokal. Hubungan dengan semua stakeholder ini harus dijalin dengan baik agar keberlangsungan perusahaan tetap berlanjut.

Berpikir Induktif dan Deduktif


PENDAHULUAN
Sebagaimana kita pahami bersama, keunikan manusia atau salah satu keunggulan manusia cliantara makhluk ciptaan Allah adalah kemampuan dirinya untuk mengolah data. merangkum informasi, memanipulasi data, yang semuanya itu adalah bagian dan proses berpikir. Aristoteles pernah berkata bahwa manusia adalah hewan yang berpikir (man as the animal as reasons); dalam ilmu manthiq kita mengenal al-insan hayawanun nathiqun hewan yang berpikir’.’ Salah satu dan proses berpikir itu, dia bertanya atau menyatakan sesuatu untuk mengambil satu posisi tertentu (positioning), yang erat kaitannya dengan cara kita mengambil keputusan atau mengambil kes impulan dan berbagai pernyataan dan kenyataan yang ada.[1]

Monday, June 24, 2013

Tren E-Commerce sebagai Cyberculture



Tren E-Commerce sebagai Cyberculture

Studi kasus: Tren E-Commerce melalui Facebook

Hikmah Rofidah Lailiyah,dkk

IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. Jend. A.Yani No. 117, Surabaya

Email: hikmah_fp@yahoo.co.id

Abstract: Trend E-Commerce as Cyberculture

Currently e-commerce has become a trend in the society along with the increasing use of internet in life. Most of the Indonesian internet users use the internet for social networking purposes, including accessing Facebook. E-commerce media is so diverse. One of them is by using facebook.

The issues raised in this penlitian include e-commerce linkage with cyberculture, reasons for use facebook as a medium of e-commerce, the advantages and disadvantages of using facebook as a medium of e-commerce, facebook commerce and current trends. The method used in this study is a qualitative ethnographic approach in order to gain an understanding of the trend of e-commerce as cyberculture. And to answer the focus problems of data analysis techniques used by Miles and Huberman.

From the research it was found that the trend of e-commerce has become the lifestyle of today's society. Faceboook is selected as the e-commerce because of the number of facebook users is so large. In addition, because Facebook provides a wide variety of applications add to the advantage in doing e-commerce, such as convenience and cost savings. While the disadvantages of using facebook is susceptible fraud, item purchased not in accordance with the drawings, and the unilateral cancellation. Although facebook has a lot of number of users and applications offered also vary, but along with the development of technology, it is quite tempting the perpetrators of f-commerce for media switch to smartphone chat application and online trading sites.



Key words: e-commerce, facebook

Wednesday, May 22, 2013

Bukan Sekedar Kader Militan


Hampir di setiap kali pertemuan, rapat atau pun musyawarah, para pimpinan harian selalu mengeluhkan kurangnya kader. Tidak hanya di muhammadiyah tapi hal ini juga dirasakan oleh hampir semua ortom muhammadiyah. Para generasi penerus yang telah didik dan dibina mulai dari IPM, satu persatu mulai rontok ketika mereka bertambah usia. Estafet perjuangan menjadi terhenti. Pada akhirnya kini muncul kader-kader karbitan, atau kader instan yang meneruskan perjuangan dan tentunya menimbulkan warna yang berbeda pada tubuh organisasi. Bahkan telah menjadi rahasia publik bahwa ketua umum Muhammadiyah saat ini, Pak Din Syamsudin, berasal dari Nahdlatul Ulama yang dinaturalisasi oleh Muhammadiyah.

Tuesday, May 14, 2013

Harlemshake ala Public Relations IAIN Sunan Ampel, Surabaya


ketika teman-teman IAIN Sunan Ampel Surabaya berdemo dengan anarki, kami komunitas kecil di sana mencoba berdemo dengan cara yang lain. Melalui acara Dies Natalis Prodi Ilmu Komunikasi kami membranding ulang instansi kami

Sunday, December 23, 2012

Fotografi sebagai Gaya Hidup


Memasuki era digital, fotografi menjadi hal yang tidak asing lagi bagi semua orang. Hampir setiap orang saat ini begitu gandrung terhadap aktifitas yang satu ini. Apalagi dengan didukung perkembangan teknologi yang senantiasa membuat kita berdecak kagum, fotografi menjadi begitu mudah dan semua orang dapat melakukannya. Tengok saja hand phone. Kehadiran media konvergen ini menjadikan fotografi menjadi lebih mudah. Karena saat ini semua hand phone dilengkapi dengan aplikasi kamera. Bahkan banyak pula yang telah dilengkapi dengan fasilitas edit foto.

Thursday, November 8, 2012

KE-GR-AN


Sudah hampir dua bulan ini Sasha sering terlihat bareng dengan Yoga. Jika selama ini dia selalu bersama dengan Indri, sahabatnya, kali ini waktu yang Sasha miliki lebih sering untuk Yoga. Mulai dari ke kantin bahkan ke acara sekolah pun Sasha dan Yoga terlihat bersama. Tak jarang mereka berangkat dan pulang dari sekolah bersama.
Semuanya bermula saat Sasha dan Siska, tetangganya, pulang dari toko buku dan kehujanan. Mereka yang sedang menunggu bis tiba-tiba bertemu Yoga. Yoga pun menawari mengantar mereka pulang. Dan sejak saat itulah kedekatan antara Sasha dan Yoga pun dimulai. Bahkan Yoga juga sering main ke rumahnya. Tak hanya mengerjakan tugas sekolah, Yoga pun sering sekedar mampir atau main ke rumahnya.
Padahal sebelumnya Sasha dan Yoga jarang terlihat ngobrol meski mereka teman satu kelas. Kedekatan tersebut membuat perasaan Sasha kepada Yoga semakin berkembang. Sejak awal masuk sekolah Sasha memang sudah menyukai Yoga. Namun, karea Yoga tipe cowok yang cuek membuat Sasha tak berani melakukan PDKT dan lebih memilih menyimpan perasaannya dalam-dalam.
Karenanya, begitu ada kesempatan untuk berdekatan dengan Yoga, Sasha tak menyia-nyiakannya. Indri pun mengerti dan merelakan waktu yang biasanya ia habiskan dengan Sasha kini tergantikan oleh Yoga.
“Sha, pinjem catetan bahasa inggrisnya dong, “kata Yoga.
Sasha yang asik berbincang dengan Indri pun sejenak menghentikan aktifitasnya. “Nih….. jangan lama-lama yaw soalnya mau dipinjam Indri juga, “jawab Sasha.
“Beres deh, “ jawab Yoga sambil berlalu.
“Kayaknya kalian tambah deket nih, kapan bakal diresmiin? Gue uda gak sabar nih buat ditraktir, “ goda Indri.
“Gue yakin dalam waktu deket ini In. Apalagi lo lihat sendiri kan di gantungan kuncinya ada inisial Y&S. Gue yakin itu artinya Yoga&Sasha, “jawab Sasha pd. Indri hanya mengangguk.
“Nih Sha catetan loe, gak lama kan, “ujar Yoga saat mengembalikan buku milik Sasha.
“Iya, gak sampai bikin bukunya jamuran kok,”canda Indri.
“Oh yah Sha, malam minggu gue mau ngajak loh makan malem. Jam tujuh gue tunggu di kafe yang biasanya kita datangi. Loe gak boleh nolak., oke ?” ajak Yoga.
“Iya, gue pasti dateng,”jawab Sasha.
“Gue yakin In, Yoga ngajak gue ngedate dan mau nembakgue di sana, “ujar  Sasha senang.
“Iya gue juga akin gitu. Jangan lupa traktiran loh.”
“Beres”
*                                                          *                                                          *
Sabtu malam dengan dandanan bak putrid dalam dongeng,  Sasha menemui Yoga. Saat akan mnghampiri meja tempat Yoga berada, Sasha terkejut…
Kok ada Siska sih di sini?”
“Hai Sha, gue uda pesanin makanan faforit loe, steak dan hot chocolate. Duduk Sha,”ujar Yoga saat Sasha datang. Sasha menurut.
Uh…..so sweet banget sih Ga, tapi ngapain Siska di meja ini juga?”
“Kita uda nunggu lo dari tadi,”lanjut Yoga.
Kita? Harusnya kan cuma loe yang nunguin gue.”
“Kita ngajakin loe makan malem sebagai ucapan terima kasih. Berkat loe, gue ma Yoga bisa jadian,” kali ini giliran Siska angkat bicara.
“Tunggu dulu, bukankah harusnya Yoga nembak gue malam ini? Bukannya malah jadian ma Siska.”
“Gue uda naksir Siska lama Sha. Dan berkat loe gue bisa deketin dia……..”
Stop, wajah Sasha memerah dan perutnya. Kemudian….bruuk, Sasha pingsan, tak sanggup lagi mendengar kelanjutan cerita Yoga.

KISSING



“Apa mi, jadi hamper setahun loe jadian ma Bagas blum prnah sekalipun kalian ciuman?” Tanya Anggi, sahabatku, histeris. Aku hanya mengangguk.
“Terus yang selama ini kalian lkauin tuh apa aja?”
“Cuma pegangan tangan doing. Kadang sih Bagas elus rambutku. Emang kenap sih? Penting yah ciuman itu?” protesku.
“Hari gini pacaran gak ciuman ? kampunagn banget sih loe,” ejek Anggi.
“Biarin, toh Bagas gak pernah protes. Lagian ini kan kali pertamanya gue pacaran.”
“Justru karena Bagas pacar pertama loe, gak ada salahnya kan loe ksiin first kiss loe k pacar pertama loe. Gue bilangin yaw Mi, kalau loe gak mau dicuim ma cowok loe, bisa-bisa dia lari ke cewek lain. Mau loe ditinggalin Bagas?”
Aku hanya diam.
*                                                          *                                              *
Sepulang sekolah, seperti biasa aku menemani Bagas latihan basket. Jika biasanya aku berteriak mmberi semangat, kali ini aku hanya diam mematung. Aku masih memikirkan ucapan Anggi tadi. Apa bener ciuman itu penting ?
“Makasih yah Rakmi saying, uda mau nemenin aku latihan. Tapi kamu kok gak kayak biasanya sih? Lagi ada masaalah yah?” Tanya Bagas.
Aku hanya tersenyum masam. Apa bner Bagas bakal ninggalin aku cuma karena aku gak mau dicium? Waktu itu dia memang pernah minta, tapi aku tolak. Dan dia pun gak pernahg minta lagi. Apa karena dia uda punya cewek lain yang bisa dia cium, makanya dia gak minta lagi ?
“Sayang…..cerita dong, kamu ada apa?”
Aku hanya menarik napas panjang.
“Sayang, apa menurut kamu ciuman itu penting?” tanyaku hati-hati.
“Kok kamu tiba-tiba nanya kayak gitu sayang?”
“Tadi Anggi bilang kalau pacaran gak pakek ciuman bisa bikin pacar kita pindah ke lain hati. Apa kamu juga punya selingkuhan cuma karena aku gak mau ciuman? “ tanyaku dengan suara hamper menangis.
Bukannya menjawab, Bagas justru tertawa. Membuatku makin kesal aja.
“Apanya yang lucu sih?” protesku.
“Maaf saying, abisnya pertanyaan kamu lucu banget sih.”
Aku makin cemberut.
“Rahmi sayang, aku jelasin yah. Buat aku pacaran itu gak berarti harus kontak fisik, tapi yang lebih penting itu saling menghargai, mendukung, dan menasihati agar masing-maing bisa menjadi lebih baik dan lebih berprestasi. Aku justru bangga ma kamu, karena kamu punya prinsip dan beda ma cewek lain. Aku gak masalah kalu kamu gak mau ciuman atau kontak fisik yang lain. Perhatian, kepercayaan, dan dukungan dari kamu itu uda lebih dari cukup buat aku,” jelas Bagas panjang lebar.
“Beneran?” tanyaku mencari kepastian.
“Iya sayang. Lagi pula kasih sayang gak harus diungkapin dengan kontak fisikkan?”
Aku menganggkuk setuju. Mendengar jawaban Bagas, aku pun tenang. Terima kasih Tuhan, karena kau telah memberiku pacar yang baik. Aku berharap Bagas memang jodohku. Dan sekarang dengan bangga aku bilang “No kiss, no problem”

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI



Rasa-rasanya berita mengenai kasus korupsi atau pun para pelakunya senantiasa menghiasi pemberitaan media, baik di media cetak, elektronik, maupun online. Seakan-akan korupsi telah menjadi budaya negara ini. Sehingga hampir di setiap daerah, di setiap instansi, di setiap proyek pemerintahan, korupsi senantiasa menyapa. Pemberitaan ini sangat berbeda jika kita bandingkan dengan pemberitaan lima belas atau dua puluh tahun yang lalu, dimana istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme masih jarang terdengar.